Dunia - dunia bisnis

Penting, Tak Semua Bisa Suntik Vaksin Covid

Menteri Kesehatan Marcelo Queiroga pekan lalu mengatakan kepada komisi Senat Brazil, yang menyelidiki penanganan pandemi virus corona di negara itu. Bahwa pemerintah sedang berupaya membeli vaksin baru untuk mendiversifikasi pasokannya. Dr. Robert Sinto, SpPD-KPTI, dokter konsultan Tropik Infeksi RSCM mengatakan cukup aman melakukan suntik vitamin C dan vaksin COVID-19 di hari yang sama. Ketua PP PERKI Dr dr Isman Firdaus, SpJP, menegaskan masyarakat dengan riwayat pasien jantung tak perlu ragu dan khawatir mendapatkan vaksinasi COVID-19. Isman Firdaus menyebut, ancaman COVID-19 lebih berbahaya dari risiko efek samping vaksin.

Sistem imun alami biasanya merespons secara cepat dan tersedia secara alami. Sedangkan system imun yang kedua adalah sistem imun adaptif, sistem imun ini terdiri atas sel limfosit B dan T, antibodo, sel memori. Sistem imun ini merespons secara lambat dan butuh pengenalan terhadap kuman atau virus. Kedua sistem imun ini sama-sama dibutuhkan untuk melawan infeksi secara optimal. Lebih lanjut, dr. Robert mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol, meski sudah mendapat vaksin maupun suntik vitamin.

Studi klinis menemukan bahwa vaksinasi dapat mencegah kebanyakan orang yang terpapar virus COVID-19. Walaupun vaksin ini efektif, namun bukan berarti kita sudah tidak dapat tertular dan tidak mengalami gejala berat. Jenazah Trio Fauqi Virdaus, pria yang meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin AstraZeneca, dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo , Jakarta Pusat, untuk dilakukan diautopsi. Inilah sebabnya banyak formulir penerimaan vaksin menanyakan apakah seseorang pernah mengalami reaksi alergi yang serius. Selain itu, sehabis menerima vaksin setiap orang juga diminta menunggu sekitar menit untuk melihat reaksinya. “Jika seseorang memberi tahu dirinya memiliki riwayat reaksi alergi terhadap sesuatu, maka akan diawasi selama 30 menit setelah mendapatkan vaksin sebagai tindakan pencegahan ekstra,” kata Sharieff.

Suntik Vaksin

Adapun pasien dengan riwayat penyakit kadiovaskular lain sepetri jantung koroner, atrial fibrilasi, penyakit jantung bawaan, trombosis vena, hingga emboli paru bisa menggunakan vaksin AstraZeneca. Kemudian dia juga meminta agar masyarakat yang sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab kata dia dengan disiplin kekebalan kelompok akan tercipta sehingga terbebas dari pandemi. “Vaksin memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari risiko yang ditimbulkan. Ketika saatnya tiba untuk vaksinasi, tidak usah ragu-ragu. Apapun jenis vaksinnya, pasti aman dan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita,” katanya. Lengan bagian atas menjadi bagian tubuh yang memiliki banyak jaringan otot dan daya serap yang baik. “Kita gencar melakukan sosialisasi vaksinasi covid, misal dengan kaos aku gelem divaksin.

Untuk mendapatkan perlindungan secara lengkap, jangan lupa untuk melanjutkan vaksin tahap kedua ya. Dengan begitu, vaksin COVID-19 bisa bekerja lebih baik dan maksimal dalam melindungi tubuh dari ancaman penularan virus. Dan saya minta Wartawan jangan sampai mebuat masyarakat tidak mau divaksin. Selama wartawan mencitrakan baik saya yakin masyarakat mau, dan vaksin ini menjadi kebutuhan kita bersama ya,” tegas Sugiri.

TEBET, AYOBOGOR.COM — Sebuah pesan berantai beredar di luas media sosial menyebutkan bahwa vaksinasi Presiden Joko Widodo gagal dan harus diulang. Berdasarkan surat rekomendasi PAPDI Senin, 28 Desember 2020, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman PMJNews, berikut sejumlah penyakit penyerta yang belum dan tidak layak untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Tentunya dengan pemberian vaksin Covid-19 kedepannya diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengatasi pandemi virus Covid-19. Warga yang berusia di atas forty five tahun akan mendapatkan undangan vaksin dari pertengahan hingga akhir Agustus. Sementara mereka yang berusia di atas 35 tahun mulai divaksin dari pertengahan hingga akhir September, dan semua orang akan memenuhi syarat akan divaksin mulai Oktober. REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON — Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 dari Pfizer pada Jumat (18/6).

Petugas kesehatan melakukan anamnesa untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi kondisi penyerta calon penerima vaksin, diikuti dengan pemeriksaan fisik sederhana . Sejauh ini otoritas medis Selandia Baru belum menyetujui penggunaan vaksin lain termasuk AstraZeneca. “Negara ini berada di jalur yang tepat untuk semua orang yang memenuhi syarat untuk divaksinasi pada akhir tahun,” kata Ardern pekan lalu.

Ternyata, tak sedikit juga masyarakat yang merasa khawatir saat akan menerima vaksin dosis kedua. Terlebih jika setelah suntikan dosis pertama, mereka mengalami sederet efek samping walaupun tergolong ringan. Sambil menunggu jadwal vaksinasi maupun setelah vaksinasi, tetap terapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona. Selalu kenakan masker saat di luar rumah, jaga jarak dengan orang lain, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, serta jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat yang cukup. Pakar Virologi dan Imunologi UGM, Mohamad Saifudin Hakim menjelaskan melalui laman ugm.ac.id bahwa obat pereda nyeri sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum vaksin, kecuali ada anjuran dari dokter karena kondisi khusus.

Selain itu tidak ada pemberitaan media yang menyebut Jokowi disuntik vitamin. Joko Widodo, resmi menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Sinovac. Prosesi penyuntikan vaksin itu dilakukan di Istana Merdeka bersama sejumlah tokoh dan perwakilan unsur masyarakat pada Rabu (13/1).

Ardern mengaku tidak merasakan sakit ketika menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19. Ardern mengatakan dia tidak ingin menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi Covid-19. Dia memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada petugas kesehatan yang bekerja di garda depan. Menurut dokumen itu, seorang pejabat kementerian menandatangani surat niat pada 4 Daftar Togel Online Juni untuk membeli dosis vaksin COVID sekali suntik. Dengan perusahaan farmasi Brazil yang mewakili CanSino di Brazil, Belcher Farmaceutica do Brazil.